Untuk sekolah swasta, pesantren, dan madrasah

Tagihan SPP terbit sendiri. Rapor dirakit sendiri.

Handaya menyatukan penagihan SPP, pengingat lewat WhatsApp resmi, absensi, dan rapor Kurikulum Merdeka dalam satu sistem. Bendahara berhenti mengejar tunggakan satu per satu, dan wali kelas berhenti merakit rapor dari berkas yang terpisah.

Demo terbuka dengan akun contoh untuk setiap peran. Tidak perlu memasang apa pun.

Bendahara dan guru menggunakan Handaya di sekolah
Tagihan terkirim
Rapor siap cetak

Kemampuan

Empat pekerjaan yang paling menyita waktu sekolah.

Semuanya berjalan dari satu data siswa yang sama, sehingga tidak ada lagi menyalin nama antar berkas.

Tagihan SPP

Skema per angkatan atau per siswa, lengkap dengan cicilan, diskon, dan beasiswa, terbit setiap bulan tanpa diketik ulang.

Pengingat WhatsApp

Pengingat dikirim dari nomor resmi sekolah, bukan nomor pribadi bendahara, dengan tautan bayar sekali ketuk.

Rapor Kurikulum Merdeka

CP, TP, dan KKTP tersimpan rapi, nilai masuk dari guru mata pelajaran, lalu rapor dirakit dari data yang sudah ada.

Absensi dan kesiswaan

Kehadiran per pertemuan tercatat di kelas, dan rekapnya siap ketika wali kelas menyusun laporan.

Alur kerja

Satu semester sekolah, dari tagihan sampai rapor.

Tiga langkah yang berulang setiap periode, dan setiap langkah meneruskan datanya ke langkah berikutnya.

1

Bendahara menerbitkan tagihan sekali jalan

Skema SPP dibuat sekali, lalu tagihan seluruh siswa terbit bersama setiap bulan. Cicilan, potongan, dan beasiswa ikut terhitung, sehingga tidak ada lagi rumus yang berbeda beda antar berkas.

Bendahara sekolah menyiapkan tagihan SPP di laptop
2

Orang tua menerima dan membayar dari ponsel

Pengingat datang lewat WhatsApp resmi sekolah beserta tautan bayar. Pembayaran melalui virtual account, QRIS, atau e-wallet langsung terekonsiliasi, jadi bendahara tidak perlu mencocokkan mutasi bank satu per satu.

Orang tua menerima tagihan sekolah di ponselnya
3

Guru mengisi nilai, rapor menyusul sendiri

Guru mata pelajaran mengisi nilai pada tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Ketika periode ditutup, rapor dirakit dari nilai dan kehadiran yang sudah masuk, lalu dapat dibuka orang tua tanpa memasang aplikasi.

Guru mengisi nilai siswa di laptop setelah jam sekolah

Keamanan data

Data sekolah Anda berdiri sendiri.

Setiap sekolah memiliki ruang datanya sendiri, dan pemisahan itu diterapkan di sisi server. Guru melihat kelas yang diampunya, bendahara melihat keuangan, dan orang tua hanya melihat anaknya.

  • ✓Ruang data terpisah untuk setiap sekolah
  • ✓Hak akses per peran, dari guru sampai yayasan
  • ✓Tautan rapor dan tagihan yang berumur terbatas
  • ✓Catatan perubahan untuk data nilai dan pembayaran
Ilustrasi data tiap sekolah yang tersimpan terpisah dan aman

Modul

Nyalakan yang dipakai saja.

Sekolah tidak perlu memakai semuanya sejak hari pertama. Modul dapat dinyalakan ketika sudah dibutuhkan.

Data siswa
Kelas dan rombel
Tagihan SPP
Pembayaran
Pengingat WhatsApp
Beasiswa dan diskon
Absensi
Nilai dan TP
Rapor Merdeka
Portal orang tua
PPDB
Laporan keuangan

Sedang dalam pengembangan aktif

Lihat sendiri sebelum memutuskan.

Demo berisi satu sekolah contoh lengkap dengan siswa, kelas, tagihan, dan nilai. Masuk sebagai bendahara atau guru, lalu nilai apakah alurnya cocok dengan cara kerja sekolah Anda.

Kepala sekolah, guru, dan siswa di halaman sekolah

Tanya jawab

Pertanyaan yang paling sering masuk.

Sejauh mana produk ini sudah siap dipakai?

Handaya masih dalam pengembangan aktif dan belum dipakai di sekolah produksi. Alur SPP dari skema sampai pembayaran, serta alur akademik sampai rapor, sudah berjalan dan dapat Anda coba di demo dengan data contoh.

Bagaimana memulai dari file Excel yang sekarang?

Mulailah dari data siswa dan kelasnya, karena dari situ tagihan dan nilai bergantung. Data tersebut dapat diunggah dari berkas yang sudah ada. Biasanya kami menjalankan satu bulan pertama berdampingan dengan cara lama agar angkanya dapat dibandingkan.

Apakah orang tua wajib memasang aplikasi?

Tidak. Tagihan dan rapor dibuka lewat tautan di peramban ponsel, dan pengingat datang melalui WhatsApp. Orang tua yang tetap ingin membayar langsung ke sekolah dapat melakukannya, dan bendahara mencatatnya.

Apakah perlu memasang server di sekolah?

Tidak perlu. Handaya berjalan melalui peramban, sehingga cukup ada komputer atau ponsel dan koneksi internet. Data tersimpan terpusat, bukan di komputer masing masing guru.